PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN / MONITORING TIM FKK DITJEND DIKTI
1. Latar Belakang
Guna mengkaji kesesuain aktivitas dan target capaian serta memastikan pemanfaatan dana sebagaimana rencana yang telah disepakati merupakan tujuan adanya kegiatan pendampingan / monitoring tim FKK DITJEND DIKTI. Dalam kegiatan pendampingan / monitoring tersebut, tim FKK DITJEND DIKTI memberi masukan terhadap perbaikan kinerja FKK agar kegiatan yang dilaksanakan dan dana yang dikeluarkan dapat benar – benar mewujudkan Forum Komunikasi dan Konsultasi antara STIE Indonesia Banjarmasin dengan Stakeholders.
2. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Hari/Tanggal : Jum’at, 28 Agustus 2009
Pukul : 09.00 – 16.00 Wite
Tempat : Kampus STIE
Peserta hadir : 30 Orang
3. Peserta Kegiatan Pendampingan/Monitoring FKK
a. Bambang Purwono ( Tim FKK Ditjend DIKTI )
b. Dwi Joko Setyono ( Tim FKK Ditjend DIKTI )
c. Ani Nurdiani ( Tim FKK Ditjend DIKTI )
d. Bambang ( Perwakilan dari BAPPEDA Propinsi Kal – Sel )
e. Endah Suhartini ( DEPERINDAG Propinsi Kal – Sel )
f. Noor Khalis ( BPD Cabang Utama Banjarmasin )
g. Pengrajin Industri sasirangan
h. Pengrajin Industri Purun
4. Prosesi Kegiatan Pendampingan / Monitoring FKK
a. Pertemuan Tim FKK Ditjend DIKTI dengan Ketua STIE Indonesia Banjarmasin didampingi Ketua FKK, dimana Ketua STIEI memaparkan secara lisan mengenai program FKK yang telah dilaksanakan.
b. Pertemuan Tim FKK Ditjend DIKTI dengan mitra FKK yang terdiri dari BAPPEDA Propinsi Kal-Sel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Kal – Sel, Bank Pemerintah Daerah Cabang Utama Banjarmasin, Pengrajin Industri sasirangan dan Pengrajin Industri Anyaman Purun. Pertemuan ini dilakukan secara tertutup artinya panitia pelaksana FKK tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan tersebut. Tujuan pertemuan ini adalah untuk meminta konfirmasi tentang dari mitra FKK pada kegiatan FKK yang telah dilaksanakan sebagaimana yang tercantum dalam laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus masukan dari mitra FKK untuk penyempurnaan pelaksanaan FKK pada tahun ke 2.
c. Pertemuan Tim FKK Ditjend DIKTI dengan Panitia Pelaksana FKK STIE Indonesia Banjarmasin. Sesi ini diawali dengan pemaparan kegiatan FKK yang telah dilaksanakan. Kemudian Tim FKK Ditjend DIKTI menyampaikan masukan dari mitra FKK pada waktu pertemuan tertutup serta memberikan masukan – masukan untuk perbaikan kegiatan FKK selanjutnya. Adapun masukan – masukan tersebut dapat diringkas sbb :
1. Dari mitra FKK yaitu BAPPEDA Propinsi Kal - Sel, pihak Ditjend DIKTI memberikan rekomendasi kepada PEMDA Kal- Sel untuk kesinambungan pelaksana FKK apabila kerjasama dengan Ditjend DIKTI telah berakhir.
2. Dinas Perindutrian dan Perdagangan Propinsi Kal – Sel dan BPD sangat mendukung program ini dan berusaha mendampingi Panitia Pelaksana FKK untuk merealisasikan kegiatan FKK.
3. Pengrajin industri sasirangan dan anyaman purun, mengharapkan kegiatan yang lebih kongkrit dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra FKK, misalnya dalam hal permodalan dan pemasaran produk.
4. Tim Pelaksana Ditjend DIKTI memberikan masukan sbb :
a. Pada kegiatan sosialisasi eksternal perlunya membuat kalender secara mandiri untuk FKK dengan mencantumkan visi dan misi FKK serta mitra FKK yang terlibat, selain itu pencetakan stiker juga diperlukan untuk ditempel pada aktiva panitia pelaksana FKK dan mitra FKK.
b. Dalam website FKK diberi ruangan promosi untuk mitra FKK, disamping itu website sebagai media komunikasi antara Panitia FKK dengan mitra FKK. Perlunya data pengunjung website pada saat kegiatan pendampingan dan setelah laporan kegiatan FKK dibuat.
c. Untuk kegiatan pelatihan perlu dicantumkan tujuan dari pelatihan tersebut, bentuk partisipasi mitra diperinci secara lengkap, misalnya dalam materi berapa jumlahnya. Setiap pelatihan menghasilkan outcome tertentu dengan menyebarkan kuesioner tentang kepuasan mitra dalam pelatihan.
d. Panitia Pelaksana FKK dalam struktur organisasinya harus lebih banyak melibatkan pihak luar dalam hal ini mitra FKK.
e. Dalam laporan FKK sebaiknya dicantumkan kendala – kendala pelaksanaan FKK misalnya mitra yang hadir dalam setiap kegiatan FKK diwakili oleh orang orang yang berbeda.